Laman

Rabu, 08 April 2015

Yang Kua Lihat Bukan Yang Ku Rasakan

Entah apa yang tersirat dalam benak seseorangyang telah ku anggap orang yang menjadi peran penting dalam keluargaku. Aku begitu mengagumimu dalam bentuk apapun dirimu, awalnya aku belm bisa menerima dirimu menjadi peran seorang ibu dalam keidupanku. bukan, ini bukan hanya kehidupanku, tapi dalam kehidupan kedua adikku. sangat sulit untukku menerima kenyataan ini, menerima kenyataan bahwa dia masuk dalam kehidupan kami. ini bukan cerita lalu, itu sudah berlalu 8 tahun yang lalu dimana aku masih sangat kecil. sekarang sudah menjadi hal yang sangat biasa menerima dia dalam kehidupan kami. tak ada yang berubah dalam diri papahku 8 tahun yang lalu maupun sampai sekarang, dia masih sangat menyanyangiku dan adik-adikku begitu juga dengan hadirnya saudara baruku, akupun sangat menyanyanginya. aku menganggap dia adikku, tidak memandang kalau dia terlahir dari ibu yang berbeda denganku. papah tetap menyanyangiku seperti aku yang masih kecil, dia begitu menjaga perasaanku beliau begitu hebat sangat hebat. aku tak bisa mengungkapkan apa yang terjadi padaku saat ini, bukan. ini bukan hanya aku yang merasakan. namun ada seseorang yang tahu, bahkan diapun yang mengendalikannya. mungkin papah tak tahu apa yang terjadi saat ini yang engkau tahu aku disini belajar dengan sngguh-sungguh dan selalu sehat. papahku sayang, aku ingin mengatakan bahwa apa yang dia bicarakan tidak sesuia apa yang terjadi saat ini. percayalah pah. aku sangat menyanyangimu. aku hanya tak mau mengungkapkan ini terjadi sesuatu kepada kalian. aku hanya diam hingga engkau mengetahui dengan sendirinya dan selalu jaga kesehatanmu. aku sangat menyanyangimu. i love you pah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar